Tuesday, May 25, 2010

hasri ainun besari habibie




Pada awalnya pun saya tidak tau persis siapa beliau. Bahkan kalau mungkin saya tidak sempat untuk menonton telivisi malam ini, saya tidak akan pernah tau siapa dia. Tidak akan pernah tau. Tidak pernah. haah mungkin bisa dibilang saya menulis ini ya karena memang televisi yang sedang "rajin" menyiarkan tentang berita kematian Ibu Negara yang mendapat dua bintang jasa dari Pemerintah dari kemarin bahkan hingga saya memutuskan menulis ini.

saya sama sekali tidak tertarik dengan berita ini sampai pada akhirnya saya menyaksikan siaran televisi dan mendengar "secuil" ucapan dari B.J. Habibie soal istrinya ini :

"saya dan 'si hitam-manis gula jawa ini' (panggilan sayang B.J Habibie untuk Hasri Ainun) seperti manunggal atau bisa disebut dwi tunggal lah, karena kami tidak bisa dipisahkan. Kami itu dua dalam satu. Kalaupun istri saya harus sampai di operasi pada akhirnya, sebenarnya pada kenyataannya saya juga ikut merasakan operasi itu. Kalau istri saya sakit, saya juga merasakan sakit yang sama. saya akan seperti kehilangan arah tanpa dia. pakai sepatu pun saya bisa salah kalau tidak diingatkan olehnya mana yang kanan dan mana yang kiri"

hanya itu?
ya hanya itu yang membuat mata saya akhirnya bertahan dan berusaha mencari lagi berita tentang dia.
hanya itu yang akhirnya membuat saya bangun dari tempat tidur dan menyalakan komputer. hanya itu yang akhirnya membuat jari-jemari saya lincah berloncatan dari satu huruf ke huruf yang lain untuk mem-post cerita ini.

Saya ingin seperti itu. Menikah untuk yang pertama dan terakhir dan dipisahkan oleh maut. AMIN.

Selamat jalan wanita bermata indah, semoga amal ibadah mu diterima disisiNya :')
Terima kasih telah memberikan saya inspirasi setidaknya untuk malam ini dan semoga untuk seterusnya ...

No comments:

Post a Comment