Saturday, June 22, 2013

Selama ini kamu beribadah untuk apa?

Malam minggu ini saya memutuskan untuk dirumah.
Tidak kemana-mana. Setelah seharian menghabiskan waktu menemani Ibu akupuntur, saya memilih untuk bermalas-malasan. Menemani Ayah-Ibu menonton acara lagu nostalgia semacam "Tembang Kenangan" yang berjudul "Pendopo" di TVRI...
Saya bahagia melihat ayah ibu bahagia. Sesederhana itu kebahagiaan Ayah Ibu. Ditemani dirumah. Menonton acara kesayangan mereka. 

Sebetulnya bukan itu poin pentingnya. 

Disela-sela waktu keluarga ini, ayah saya bertanya. Dengan gaya khas nya, sambil duduk di meja makan, Ayah tanya sama saya :

"Adek selama ini solat kenapa sih Dek? Karena kewajiban? Dipaksa Ayah? Apa karena mau masuk surga?"

Saya yang ditodong pertanyaan demikian pun, gelagapan menjawabnya....

"Hehe Adek gatau yah" selempeng itu jawaban saya...

"Loh jadi 19 tahun adek solat, adek gatau buat apa?"

"......................." Hening.....
Akhirnya pertanyaan keluar dari mulut saya sebagai bentuk jawaban "kepepet" khas anak muda..

"Emang kenapa sih ayah nanya gituan? ayah solat selama ini buat apa?"

"Anak muda jaman sekarang emang gak ada sopannya, ditanya malah balik nanya haha" 
(dengan gaya khas nya sambil ketawa seadanya....)

(ASELI PUCET SOB KALO AYAH UDAH NGELUARIN KETAWA NYA YANG KHAS KAYAK GITU!)

"Jadi gini dek...Dulu pernah ada manusia taat banget zaman Nabi Musa, usianya itu udah sekitar 500 tahun. Nah selama hidupnya itu dia gak pernah meninggalkan ibadah dan berbuat maksiat sejengkal kuku-pun. Saking taatnya, mereka sampe membuat para malaikat kagum. Akhirnya malaikat Jibril pun turun ke bumi dan bertanya kepada si Fulan yang sangat taat itu :

"Hai Fulan, sebenarnya kamu buat apa sih taat ibadah gitu..." tanya malaikat Jibril

"Untuk masuk surga lah, karena saya yakin saya pasti saya masuk surga. Ibadah saya gak pernah lewat sejengkal pun , wahai malaikat" Jawab si Fulan

Malaikat Jibril pun menjawab :
"Hai Fulan ,sesungguhnya ketahuilah bahwa tidak akan ada yang masuk Surga nya Allah kecuali atas Rahmat Allah, bahkan kelopak mata sebelah kiri kamu, kalau ditimbang dengan seluruh amal ibadah yang kamu lakukan sebanyak 500 tahun, masih lebih berat kelopak mata kamu, karena kelopak mata mu itu merupakan rahmat Allah, maka segera bertaubatlah...."

"nah gitu dek ceritanya, makanya adek sekarang kalau melakukan segala bentuk ibadah, diniatkan untuk mengharap rahmat Allah ya dek...jangan berharap mau masuk surga"

"SIAP KOMANDAN!"

Hayoo, selama ini kalian beribadah untuk apa dan siapa?~

Sunday, June 16, 2013

I love you

Please , make it easier for me dipt!

Saturday, June 8, 2013

I'm staying in love, staying with you!

Setuju gak?
Kalau ketertarikan dan suka-suka an sama lawan jenis kemudian PDKT lalu jatuh cinta itu hanya secuil awalan?
Benar-benar secuil awalan...
SE.CU.IL...

Fase selanjutnya itu yang maha dahsyat haha
Because the most hardest and challenging part is...
Staying in love...

Staying in love versi gue itu...
When you falling in love with same person in each day till time do us apart...
Falling in love with his/her habits as long as you can
Falling in love with him/her in his/her own way
The whole package..

Staying in love ala gue itu...
Ketika gue tahu kemudian mencoba mengerti bahwa sabtu dan minggu itu adalah "waktu" nya dia  dengan segala keasyikan yang gak gue ngerti. Oke ralat, yang sedang coba untuk gue mengerti.
Ketika gue tahu dan nyemangatin(ceritanya) kalo dia lagi sibuk nomerin faktur pajak S.A.T.U-S.A.T.U sambil dengerin JKT 48 haha

Ketika semua pertanyaan dan perhatian gue mendapat respon secukupnya.
As simple as : "kamu udah ashar?" "belom hehe" *kemudianhening*
atau... "kamu udah makan, jangan lupa makan yah" "oh tentu tidak" *jedot-jedotinpalaketembok* dan gue masih memutar otak mencari topik~ haha

Ya, staying in love itu ketika gue cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk kebahagian dia dan adeknya, ketika gue menyebut nama nya (asek) di setiap solat gue, sambil berdoa in each day supaya dia dan adeknya selalu dilindungi Allah..

Se-bahagia-dan-se-tenang itu kalo dikabarin bahwa dia sudah sampai kantor dengan selamat, karena hal paling mencemaskan adalah membayangkan dia naik motor terus kenapa-kenapa di jalan haafh mitamit ah!

Staying in love itu rumit rumit simple menantang gimana gitu ya~ haha

Ngeluh? Nyesel? NO AT ALL LAH YA~
Gue gak lagi nyesel kok haha serius cuma cerita...
Gak lagi nyinyir atau ngeluh juga karena ya...
menurut gue ...
When we choose something in our life, it deserves our fight, right?
Dan gue sudah memilih dengan segala konsekuensi yang sedang gue pelajari haha

Mari sama-sama belajar! Mari sama-sama "staying in love" as long as we can yah!







Sunday, May 19, 2013

Sering mengeluh?

Anda sering mengeluh? 
Yuk belajar dari postingan teman kita yang satu ini 
MONGGO >>

Sunday, May 12, 2013

punya ayah pensiunan gak?

oke saya punya. ayah saya sudah pensiun sejak saya kelas 3 SMA dan tepat Juli 2013 tahun ini, ibu saya pun retired.

Kemarin saya pergi berdua dengan ayah. Ke Depok. Ke kosan saya tepatnya. 
Jadi beberapa waktu belakangan ini, kosan saya kemalingan dan sebanyak tiga buah laptop raib entah kemana. Dan ini hasil saya bercerita soal itu kepada ayah saya. Ayah langsung pergi ke toko material kemarin, membelikan seperangkat gembok besi kokoh dengan kunci dan engsel nya. Keesokan hari nya , ayah pun mengajak saya ke kosan untuk memasang gembok itu di pintu kosan saya. Untuk 'pengamanan' ekstra. 

Kali ini kami naik kereta dari stasiun Juanda. Sepanjang perjalanan di angkutan umum menuju Juanda, ayah bercerita banyak hal. Mulai dari keamanan kosan sampai bertanya siapa Pradipta (which is pacar saya sekarang). Dan sepanjang perjalanan itu pula saya sadar bahwa iya, ayah saya semakin tua. Pigmen hitam di sekitar matanya bertambah banyak. Kantong mata nya pun semakin turun. 

Dan detik itu juga saya sadar bahwa selama ini saya terlalu sibuk dengan dunia saya. Saya lupa bahwa setiap detik yang saya lalui di luar rumah berbanding lurus dengan jumlah kerutan di wajah ayah dan ibu. Saya terlalu sibuk beraktivitas sampai mungkin sangat lama membalas sms ayah ibu yang sekedar bertanya : "Adek lagi apa, udah maem?" atau sampai me-reject telfon mereka hanya karena alasan "sebentar ya yah bu, aku lagi rapat..." 

Saya sadar bahwa ternyata ada senyum bahagia di seberang sana setiap kali saya minta didoakan untuk kuis atau uts dan uas. Ada kelegaan yang luar biasa setiap saya mengabarkan bahwa "hari ini adek pulang ya yah bu.." dan ponsel akan terus berdering disetiap stasiun pemberhentian, hanya untuk menanyakan "adek sudah sampai mana, hati2 ya nak...."

Saya sadar bahwa selama ini saya terlalu angkuh. Saya pikir saya seseorang yang banyak dibutuhkan orang di luar, sampai saya lupa bahwa di dekat saya ada orang yang sangat membutuhkan saya. Sekedar tempat untuk berbagi karena toh saya jarang memberi solusi. Mereka hanya ingin di dengarkan. Kebahagiaan mereka sederhana. Se-sederhana melihat saya ada di ruang keluarga , menonton TV seharian dan tidak kemana-mana. Hanya dirumah, bersama mereka.